DEFINISI ADVETORIAL MENURUT BEBERAPA PAKAR

Advertorial adalah iklan yang digunakan untuk mempromosikan pandangan tertentu, istilah ini berasal dari advertising dan editorial. (Kleppner, 1992:509).

Menurut Arens (1992:15) Advertorial adalah :” Advertorial that is half advertising half editorial aimed at swaying public opinion rather then selling production” .

  • Definisi Secara Umum

Definition dari An advertorial atau infomercial adalah iklan yang dirancang untuk mensimulasikan isi editorial. Tulisan advertorial adalah iklan. Hanya saja, berbeda dengan iklan display, pada dasarnya, advertorial terkesan sebagai suatu berita sebagaimana dalam surat kabar atau majalah pada umumnya. Bedanya, tulisan seperti berita itu memang mengakomodir sesuai dengan kemauan klien (pemasang iklan), sembari memberi tulisan informatif kepada pembaca.

Narasumber atau klien membayar sejumlah uang untuk memasang tulisan tersebut di media. Sama halnya seperti membeli halaman untuk iklan display. Cuma beda tujuan. Iklan display bertujuan untuk membangkitkan minat khalayak sesuai pesan yang diiklankan, agar mereka tertarik membeli produk atau jasa yang ditawarkan, sehingga menghasilkan keluaran bersifat kuantitatif.

Sedangkan, tulisan advertorial lebih cocok menjadi bagian dari aktifitas below the line. Seperti target yang ingin diraih oleh kehumasan, dalam artikel sebanyak 3500 karakter, klien mencoba membangun kesadaran merek (brand awareness), citra merek, citra perusahaan (corporate image), atau menyajikan informasi agar pembaca lebih mengenal produk atau jasa.

Mungkinkah yang bagus-bagus saja diceritakan? Bisa jadi karena memang tulisan menganut azas ‘positive thinking’ atau karena sesuai kemauan klien. Dan sudah menjadi kewajiban moral agar setiap tulisan advertorial mecantumkan tulisan “Advertorial” atau “Iklan” pada tulisan tersebut agar pembaca bisa membedakannya dengan berita. Dalam penulisan advertorial tetap mengacu pada konsep 5W + 1 H seperti pembuatan berita. 5 W = Who (siapa), What (apa), Where (di mana/lokasi), When (kapan), dan Why (kenapa). Ditambah 1 H sebagai how (bagaimana).

Bagaimana mengolah tulisan dalam advertorial agar ‘sedap’ di baca tanpa membuat orang segera membalik halaman atau melewatkannya. Ini menjadi tantangan tersendiri agar tulisan itu tetap menarik untuk di simak, seperti halnya Anda membaca berita.

  • Contoh Iklan Advertorial

Bila Anak Anda Alergi Susu

Serba salah bila bayi kecil anda alergi susu. Padahal makanan utamanya tak lain hanyalah susu. Bagi si kecil yang tidak minum ASI, alergi susu bisa sangat merepotkan. Mengapa bisa alergi ya?

Faktor penyebabnya ada 3 faktor, yaitu pertama Faktor Keturunan bila anak anda alergi, atau kedua orang tua/saudara kandung memiliki riwayat alergi seperti asma,gatal-gatal,atau sering pilek akibat alergi. Karena, alergi ditentukan juga oleh faktor keturunan. Bila kedua orang tua alergi, kemungkinan 60-80%anak pun terkena alergi. Bahkan yang kedua orang tuanya tidak alergi, resikonya masih sekitar 15-20%.

Faktor kedua yaitu Faktor kematangan usus, Dinding usus merupakan mekanisme pertahanan utama pada bayi,ketika zat alergen pertama masuk,asam lambung dan enzim pencernaan sudah menguraikannya hingga tak lagi bersifat alergen. Antibodi IgA sekretorik yang diproduksi diding usus juga akan mencegah diserapnya alergen. Sayangnya, saat ia baru lahir, fungsi pertahanan ini belum sempurna sehingga bila zat alergen masuk, dinding ususnya tak mampu menyaring dan zat alergen pun diserap. Anak akan berkenalan dengan zat alergen terlalu dini dan pada anak berbakat alergi-pengenalan dini ini bisa menimbulkan gejala alergi.

Dan yang terakhir karena adanya zat alergen,Tidak semua makanan merupakan zat alergen. Beberapa yang sering adalah susu sapi, telur, kacang tanah, dan ikan/makanan laut. Pada bayi kecil, susu adalah yang terbanyak. Mengapa susu? Susu merupakan satu-satunya makanan untuk bayi dibawah 6 bulan yang menjadikannya zat alergen pertama yang dikenal bayi. Saat itu, dinding saluran cerna pun belum belum matang memudahkan zat alergen dari susu diserap dan menimbulkan reaksi “perlawanan” dari tubuh. Perlawanan ini bisa melalui antibodi IgE (IgE-mediated) bisa juga tidak (non IgE mediated). Pada yang IgE mediated, gejala alergi muncul jelas, dan sering berhubungan dengan gejala kulit dan saluran nafas. Sedangkan gejala yang non IgE mediated lebih jarang terjadi. Gejalanya muncul perlahan, dengan tes kulit yang bisa jadi negatif. Gajalanya berupa diare berdarah, muntah, rewel setelah makan, dan akhirnya anak jadi kurang gizi.

Alergi susu bukan hambatan bagi si kecil untuk tumbuh dan berprestasi, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Bagi buah hati anda yang alergi susu, berikan nutrisi yang tepat untuk otak, tulang dan untuk pertumbuhan optimalnya.

Isomil Plus Advance, susu pertumbuhan berbahan dasar isolat protein kedelai kini hadir dengan tambahan AA dan DHA yang dapat membantu perkembangan otak. Isomil Plus Advance bebas protein susu sapi, mengandung isolat protein kedelai berkualitas, bebas laktosa, mengandung karbohidrat ganda dari sukrosa dan sirup jagung, diperkaya Omega 3, Omega 6, Kolin, Taurin serta ekstra Kalsium. Semuanya bermanfaat untuk membantu pertumbuhan anak anda. Jadi jangan heran bila anak Anda tumbuh optimal dengan Isomil Plus Advance.